[Resensi Buku] Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Kumpulan Artikel dan Esai

Judul Buku: Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Kumpulan Artikel dan Esai
Penulis: Holy Adib
Penerbit: DIVA Press
Jumlah Halaman: 210
Cetakan pertama, Oktober 2023
ISBN: 978-623-189-278-2

Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Kumpulan Artikel dan Esai

Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Kumpulan Artikel dan Esai

Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat 25 tulisan berjenis artikel dan esai tentang bahasa Indonesia (sebelumnya pernah dimuat di media), dengan diawali tulisan mengenai asal-usul penamaan “bahasa Indonesia”. Ya, rupanya untuk bisa menyematkan nama ini, alih-alih memakai penamaan “bahasa Melayu” yang sudah lebih dulu dikenal, itu pun memerlukan proses panjang dan diskusi alot. Ternyata nama “bahasa Indonesia” pertama kali disebutkan oleh Mohamad Tabrani, tepatnya dalam tulisannya yang berjudul “Kasihan” di koran Hindia Baroe pada 10 Januari 1926.

Continue reading

Membuka Topeng, Menyembuhkan Jiwa bersama dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Perpustakaan Kementerian Keuangan (KemenkeuLib) menggelar Bincang Literasi bertajuk “Membuka Topeng, Menyembuhkan Jiwa”. Acara ini menghadirkan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ (psikiater dan penulis buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero) serta dipandu oleh Nesya Aulia Rahman sebagai moderator.

Buku tersebut ditulis dr. Andreas sebagai dokter jiwa berangkat dari pengamatan terhadap fenomena “merasa memakai topeng” yang sering diceritakan oleh para pasiennya. Dokter Andreas menyampaikan bahwa setiap orang dewasa hari ini adalah anak-anak yang tumbuh berhadapan dengan perjalanan waktu. Di balik topeng ketegaran orang dewasa, bisa jadi diri kita sebenarnya adalah seorang anak kecil yang ketakutan dan rindu ingin kembali ke masa kecil.

Talk Show Kesehatan Jiwa dengan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.

Talk Show Kesehatan Jiwa dengan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.

Continue reading

Mengenal Imposter Syndrome yang Disebutkan Vokalis The Offspring di Pidato Wisuda Kampusnya

Pertengahan Mei 2026 lalu, ada momen menarik di Alumni Park, University of Southern California (USC). Yang naik ke podium untuk memberi sambutan wisuda Dornsife College of Letters, Arts and Sciences Class of 2026 di USC adalah Dexter Holland, vokalis sekaligus pentolan band punk legendaris The Offspring. Holland dijuluki “Triple Trojan”, sebutan untuk alumnus yang mengantongi tiga gelar dari kampus itu.

Ketiga gelarnya terhitung linier yaitu sarjana biologi (1988), magister biologi molekuler (1990), dan Ph.D. biologi molekuler (2017), dengan riset disertasi soal mekanisme infeksi virus HIV. Ini pun bukan kali pertama Holland naik podium wisuda USC. Pada 2022 ia juga sudah pernah memberi sambutan kelulusan untuk Keck School of Medicine USC.

Yang membuat pidatonya ini makin unik, Holland membuka pidatonya dengan pengakuan bahwa menurutnya hari itu rasanya surreal, seperti dirinya tidak benar-benar pantas berada di sana. Imposter syndrome, katanya. Padahal, status akademik Holland di USC bukan kaleng-kaleng.

https://www.instagram.com/reels/DY6Rjr7SPgf/

Continue reading

Perempuan Hebat, Karier Kuat, Keluarga Hangat

Pertengahan bulan ini, tepatnya tanggal 14 Juni lalu, saya menyimak gelar wicara daring bertajuk “Perempuan Hebat, Karier Kuat, Keluarga Hangat” yang diselenggarakan Princess (Perempuan Inspiratif dan Cerdas) Community menyambut bulan Muharram. Narasumbernya adalah Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, Wakil Rektor Universitas Syiah Kuala (Aceh) Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan. Beliau juga ibu dari tujuh anak, tapi masih sempat menyusun 17 karya ilmiah yang terindeks Scopus.

Sejujurnya, saya penasaran bagaimana kiat beliau membagi tenaga dan waktu. Membersamai tujuh buah hati, memegang jabatan struktural di universitas, aktif meneliti dan menulis, itu semua sungguh bukan kombinasi yang mudah dibayangkan berjalan mulus. Mendengar cerita beliau selama lebih kurang satu setengah jam banyak memberikan pelajaran untuk saya.

Continue reading

[Resensi Buku] Kartini, Surat-Surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898—1904

Judul: Kartini, Surat-Surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898—1904
Penulis: Joost Coté
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2022
Jumlah halaman: 916 + xx

Buku Kartini: Surat-surat lengkap dan berbagai catatan 1898-1904

Buku Kartini: Surat-surat lengkap dan berbagai catatan 1898-1904

Ketebalan buku ini membuat saya cukup lama menyelesaikannya. Padahal sudah setahun buku ini saya beli, tepatnya sejak Hari Kartini tahun lalu. Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat surat-surat Kartini dan tulisan-tulisan lainnya dalam rentang waktu tersebut atau ketika Kartini berusia 19 tahun sampai dengan meninggal dunia pada umur 25 tahun. Beberapa di antara pemikiran yang disampaikan lewat tulisan-tulisan ini mungkin sudah cukup familiar lewat bacaan lain atau film yang mengangkat kisah hidupnya. Namun, banyak pula yang baru saya ketahui dari buku ini, terutama dari tulisan-tulisan yang bukan berbentuk surat. Ada cerita pendek, karya ilmiah, juga artikel mengenai kebudayaan.

Saya kutip dari blog Mbak Mugniar yang pada tahun 2016 mengikuti seminar internasional bersama penulisnya di Universitas Hasanuddin Makassar, buku ini merupakan upaya pertama yang mengumpulkan seluruh tulisan Kartini dalam satu volume buku. Tepatnya, buku ini memuat 141 surat. 4 cerita pendek, 2 karya ilmiah, 4 artikel panjang yang tidak dipublikasikan (termasuk 1 autobiografi dan deskripsi pernikahan Jawa serta catatan politis mengenai pentingnya pendidikan dan pelatihan).

Continue reading

Britania Sari, Memulai Ketahanan Pangan Masyarakat dari Rumah

Sudah cukup lama saya mengikuti akun Mbak Britania Sari atau Mbak Sari. Aktivitas sosialnya dalam memberdayakan masyarakat dari rumah amat inspiratif. Mbak Sari menggerakkan warga untuk bisa mengonsumsi makanan bergizi yang tak harus mahal, juga membangkitkan kepedulian akan pendidikan. Alhamdulillah Desember lalu kantor saya mengundang Mbak Sari untuk kajian muslimah rutin. Saya langsung mengajukan untuk mewawancarai Mbak Sari guna mengisi rubrik Persona di Majalah Treasury Indonesia. Karena keterbatasan halaman, tulisan hasil wawancara itu akhirnya harus saya pangkas di beberapa bagian. Ini adalah versi lengkapnya yang menurut saya sayang jika dilewatkan.

Britania Sari, Memulai Ketahanan Pangan Masyarakat dari Rumah

Britania Sari (42) tidak menyangka bahwa semangat untuk berkebun akan membawanya bergerak di bidang ketahanan pangan dan edukasi sosial masyarakat. Kisah Sari, begitu ia biasa dipanggil, berawal dari realita yang ditemui di lingkungan terdekat. Sari mulai berkebun pada tahun 2014 sebagai cara untuk mengajarkan putrinya tentang asal-muasal makanan. Kegiatan tersebut ternyata memicu pemikiran baru, apalagi melihat bahwa menanam ternyata merupakan aktivitas yang kompleks. Banyak makhluk hidup terlibat, seperti para serangga yang membantu penyerbukan, juga ada interaksi dengan lingkungan alam.

“Ternyata manusia hidup tidak bisa berdiri sendiri, harus dibantu oleh makhluk hidup yang lainnya.”

Wawancara dengan Mbak Britania Sari

Wawancara dengan Mbak Britania Sari

Continue reading

Tugas Humas: Bikin Paham Sekaligus Indah Dipandang

Bunga identik dengan sesuatu yang indah dan cantik. Karena itu, bunga sering digunakan sebagai pelengkap dalam sebuah kegiatan untuk menambahkan kesan tertentu seperti kemegahan atau kekhidmatan. Bahkan setelah kegiatan tersebut selesai pun, bunga-bunga yang semula dipakai sering kali masih bisa digunakan lagi.

Bunga artifisial bisa disimpan oleh penyelenggara untuk acara lainnya, sedangkan bunga segar bisa diperpanjang masa pakainya. Dengan perlakuan tertentu, bunga-bunga yang semula menjadi bagian dari dekorasi acara itu beralih menjadi pengisi buket cantik atau vas kecil untuk diletakkan di meja kerja. Sesudah itu, bunga yang kering pun masih bisa diawetkan dengan cara khusus untuk dijadikan hiasan, atau dipilah ke wadah sampah kategori organik.

Continue reading

Dukung Literasi Digital dan Bijak Manfaatkan AI bersama XLSMART

Pesatnya perkembangan teknologi digital mendorong derasnya arus informasi menyerbu keseharian kita. Cukup dengan ponsel di tangan, dalam hitungan detik kita bisa mengetahui jadwal kerja bakti RT pekan depan, rencana penayangan film terbaru, berita perolehan medali di SEA Games, hingga informasi perkembangan penanganan bencana alam di Sumatra.

Namun, selain membuka pintu kemudahan untuk mengakses hal-hal positif, dunia digital juga punya potensi negatif. Teman-teman mungkin pernah mendengar bahwa ada yang terkuras saldo tabungannya lewat pancingan (phishing) pesan di aplikasi percakapan, atau tertipu oknum penjual daring yang nakal. Belum lagi dengan adanya Artificial Intelligence atau AI yang mampu menirukan cara berpikir manusia dalam beberapa aspek, bahkan menghasilkan gambar atau video rekaan yang amat mirip dengan aslinya.

Oleh karenanya, literasi digital menjadi begitu penting. Literasi di sini bukan sekadar bermakna kemampuan membaca secara harfiah, melainkan juga pemahaman yang diperlukan untuk memilah informasi. Pemanfaatan AI juga perlu dilakukan secara bijak agar tidak merugikan orang lain ataupun diri kita sendiri. Akan lebih baik lagi jika keterampilan digital seperti ini sudah dipelajari sejak dini untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif. Bukan berarti dengan mengenalkan gawai sejak bayi, melainkan lewat pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak. Edukasi di sekolah, misalnya.

Edukasi Literasi Digital dan AI XLSMART di Pesantren

Santri Berdaya dengan AI bersama XLSMART

Continue reading

Lagu-Lagu dengan Judul Bahaduri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring VI, bahaduri adalah kata sifat yang berarti bersifat pahlawan (satria); bersifat gagah berani. Kata ini diserap dari bahasa Persia, yang kemudian juga menjadi kosa kata Melayu klasik.

Terdapat beberapa lagu yang menggunakan kata bahaduri ini dalam judulnya. Yuk, simak satu persatu.

Continue reading